Friday, 25 July 2014

Baru saja muncul, Sob. Sosokmu dalam tayangan mimpiku
Siapa pemeran utamanya? Aku taku kamu?
Sebaiknya kia berdua saja, menikmati cengkrama yang mengalun bersama alunan cerita petualanganmu
Petikan gitarmu, lembut nyanyianmu, kadang terlebur oleh gelora semangatmu, oleh kilatan cahaya dari kedua matamu
dan kurasa sebentar saja sudah mengusir kerinduanku,
dan kurasa sebentar saja sudah membekas di benakku
dan kurasa kehangatanmu tertinggal didalam sanubariku.
Bram.

Sunday, 6 July 2014

 
siapa menyangka akan bertemu dengan gadis manis sepertimu?
Aku rasa malaikatpun lupa menulis cerita ini dalam kitabnya, sehingga tanpa sengaja kita bisa bertemu.
300 hari lalu, entah tepat atau tidak, tapi sepertinya memang sudah 300 hari. Mungkin sebelumnya aku hanya bisa terkagum lewat gambar kalender yang disana terpampang wajahmu, tapi hari itu, benar-benar secara nyata aku perhatikan setiap detil, dari jidat, sampai sandalmu. 
Memang benar kata Pak Deni, mengenalmu hanya akan membuat sakit hati, Lho? memang iya, gadis secantik kamu, pasti banyak yang suka. hahaha, tapi tidak jadi mengapa, aku sedikit demi sedikit mempelajarimu. Melihatmu tertawa, berteriak, berbicara, atau tersenyum. Siapa tak terlena melihat senyummu? Ya, ketika pipimu sedikit terangkat, bibirmu melengkung bak kawah telaga warna, dan matamu berbinar tajam, saat itulah ada angin sirep yang membius lalu menidurkan dalam lamunan.
Rupanya, menceritakannya pun membuat larut dalam bayang-bayang. Karna sampai hari ini, aku masih menyimpan rasa kagum ini. Tak perlu diungkapkan, karena aku yakin kamu sudah tahu itu. 
Judulnya : Kesucian Penyembuh
 

Wednesday, 2 July 2014

Wisuda Siswa SD Muhammadiyah Gunungpring Tahun Pembelajaran 2013/2014

Friday, 1 March 2013

#CAPEK

Bebuatlah sesukamu, takkan aku mencegahmu

Tertawalah selepas mu, takkan aku memarahimu 

Berlarilah sekencangmu, takkan aku mengejarmu

Tak harus aku berulang mengingatkanmu
Tak harus aku terus memintamu
Tak sadar kau ucap lidahmu

Bukan hadirmu untuk menemaniku
Bukan lakumu menghiburku
Bukan belaimu menidurkanku


Bukan, bukan kau

Monday, 18 February 2013

yang Cintanya tak terbalas (#Puisi-)

Engkau yang cintanya tak berbalas,
kudengar senandung lirihmu
Aku melihatmu berjalan dengan dia yang bukan aku,
bertaut jemari dalam senyum dan tawa kecil yang menyayat hatiku.

Aku berharap itu aku
yang bergetar hatinya karena sentuhan jemarimu yang anggun.
Ooh .. betapa aku berharap itu terjadi.
Aku melihatnya bergelayut manja dan bersender lembut ke tubuhmu yang damai dan wangi.

Aku berharap itu aku
yang luruh hatinya dalam syahdu karena menghirup udara beraroma kesurgaan yang mengitarimu.
Ooh … betapa aku berharap itu terjadi.
Aku melihatmu merapihkan rambutnya sambil membisikkan rencana keindahan penyatuan jiwamu dengannya.

Aku berharap itu aku
yang menggenang matanya dengan air mata haru, karena keindahan dari janji pernikahan yang jujur dan setia.
Ooh … betapa aku berharap itu terjadi.

Tuhanku Yang Maha Lembut,
Temukanlah aku dengan belahan jiwaku,
yang mengobati pedihnya cinta yang terabaikan ini,
yang mengisi palung kehidupanku yang dalam dan kosong karena kesendirian yang sunyi ini.

Aku berharap itu aku
yang berbahagia dalam pernikahan yang memanjakanku dalam kemesraan dan kesetiaan.
Wahai Yang Maha Cinta,
Ooh … betapa aku berharap itu terjadi.
Aamiin 

surat cintaku untuk seseorang, sayang tak tersampaikan.
Salam hangat, from Pak Mario. 

Who Needs Love?



Oooh darling who needs love?
Who needs a heaven up above?
Who needs the clouds, in the sky, not I

Oooh darling who needs the rain?
Who needs somebody that can feel your pain?
Who needs the disappointment, of a telephone call, not I
No I don't need that at all, not I

I'm, tired of love
Yeah, sick of love
I've taken more than enough

Oooh darling who needs the night?
The sacred hours, the fading life
Who needs the morning, and the joy it brings, not I
I've got my mind on other things, not I

Oooh darling who needs joy?
Who needs a perfect girl or boy?
And who needs to draw, that person near, not I
Because they always disappear, not I

And you know, I'm, tired of love
Yeah
Yeah I'm, sick of love
Yeah
You give me more than enough

I'm gone!

Oooh darling who needs love?
Who needs a heaven up above?
Who needs all the arguments, who needs to be right, not I
But I just can't give up without a fight, not I
No I just can't give up without a fight, not I
No I just can't give up without a fight, not I
No no no not I
Ooh no no not I
No no no no no not I 

a little note about me and Dian Agustina Saputri sequence depicted in these lyrics. 

Tuesday, 5 February 2013

Balada Hujan di Penghujung Senja (#Puisi-)


Balada Hujan di Penghujung Senja

Sudah satu jam lamanya, rintik air berjatuhan saling berkejar-kejaran
Diatas genting suaranya tek..tek..tek..
Sedang diatas seng rumah tetangga bunyinya teng..tong..teng..tong..
Ditambah suara gemuruh petir, menjadi orkes yang lebih indah dari musik manapun

Ditengah riuh air, pemuda-pemuda tampak dari kaca jendela rumah
Berlari, berkejaran, berteriak dan tertawa
Bermain sepak bola
Tanpa menghiraukan derasnya air hujan membasahi sekujur tubuh mereka terus menendang
Sampai teriakan seorang diantara mereka, memberi jeda mata disekelilingnya memperhatikan
Tubuhnya penuh lumbur terpelanting ketanah
Wajahnya lurus menatap langit, menantang setiap butir air yang turun dengan kencangnya
Kembali suasana penuh tawa kala ia angkat tubuhnya dan mulai menyeka air dari mata juga hidung dan pipi
 Tak berapa lama mereka berhamburan, suara adzan menggema, mengalun bersama gelap suasana senja

Kapan hujan akan reda?
Tidak nampak tanda debit air menurun, tapi untungnya ini bukan ibukota
Jadi, tak perlu khawatir banjir melanda