Monday, 6 October 2014

Ikhlas.

Suatu momen ketika angin berhembus diantara alis dan bulu matamu,
lalu bergetar menggelitik daun telingamu,
hingga akhirnya dengan sejuk mengalir dalam rongga dadamu
Saat itu kau rasa lega, hingga tak terasa bibirmu tersenyum dan matamu terpejam.
anganmu melayang, berhamburan penuh kegembiraan.


Friday, 25 July 2014

Baru saja muncul, Sob. Sosokmu dalam tayangan mimpiku
Siapa pemeran utamanya? Aku taku kamu?
Sebaiknya kia berdua saja, menikmati cengkrama yang mengalun bersama alunan cerita petualanganmu
Petikan gitarmu, lembut nyanyianmu, kadang terlebur oleh gelora semangatmu, oleh kilatan cahaya dari kedua matamu
dan kurasa sebentar saja sudah mengusir kerinduanku,
dan kurasa sebentar saja sudah membekas di benakku
dan kurasa kehangatanmu tertinggal didalam sanubariku.
Bram.

Sunday, 6 July 2014

 
siapa menyangka akan bertemu dengan gadis manis sepertimu?
Aku rasa malaikatpun lupa menulis cerita ini dalam kitabnya, sehingga tanpa sengaja kita bisa bertemu.
300 hari lalu, entah tepat atau tidak, tapi sepertinya memang sudah 300 hari. Mungkin sebelumnya aku hanya bisa terkagum lewat gambar kalender yang disana terpampang wajahmu, tapi hari itu, benar-benar secara nyata aku perhatikan setiap detil, dari jidat, sampai sandalmu. 
Memang benar kata Pak Deni, mengenalmu hanya akan membuat sakit hati, Lho? memang iya, gadis secantik kamu, pasti banyak yang suka. hahaha, tapi tidak jadi mengapa, aku sedikit demi sedikit mempelajarimu. Melihatmu tertawa, berteriak, berbicara, atau tersenyum. Siapa tak terlena melihat senyummu? Ya, ketika pipimu sedikit terangkat, bibirmu melengkung bak kawah telaga warna, dan matamu berbinar tajam, saat itulah ada angin sirep yang membius lalu menidurkan dalam lamunan.
Rupanya, menceritakannya pun membuat larut dalam bayang-bayang. Karna sampai hari ini, aku masih menyimpan rasa kagum ini. Tak perlu diungkapkan, karena aku yakin kamu sudah tahu itu. 
Judulnya : Kesucian Penyembuh
 

Wednesday, 2 July 2014

Wisuda Siswa SD Muhammadiyah Gunungpring Tahun Pembelajaran 2013/2014

Friday, 1 March 2013

#CAPEK

Bebuatlah sesukamu, takkan aku mencegahmu

Tertawalah selepas mu, takkan aku memarahimu 

Berlarilah sekencangmu, takkan aku mengejarmu

Tak harus aku berulang mengingatkanmu
Tak harus aku terus memintamu
Tak sadar kau ucap lidahmu

Bukan hadirmu untuk menemaniku
Bukan lakumu menghiburku
Bukan belaimu menidurkanku


Bukan, bukan kau

Monday, 18 February 2013

yang Cintanya tak terbalas (#Puisi-)

Engkau yang cintanya tak berbalas,
kudengar senandung lirihmu
Aku melihatmu berjalan dengan dia yang bukan aku,
bertaut jemari dalam senyum dan tawa kecil yang menyayat hatiku.

Aku berharap itu aku
yang bergetar hatinya karena sentuhan jemarimu yang anggun.
Ooh .. betapa aku berharap itu terjadi.
Aku melihatnya bergelayut manja dan bersender lembut ke tubuhmu yang damai dan wangi.

Aku berharap itu aku
yang luruh hatinya dalam syahdu karena menghirup udara beraroma kesurgaan yang mengitarimu.
Ooh … betapa aku berharap itu terjadi.
Aku melihatmu merapihkan rambutnya sambil membisikkan rencana keindahan penyatuan jiwamu dengannya.

Aku berharap itu aku
yang menggenang matanya dengan air mata haru, karena keindahan dari janji pernikahan yang jujur dan setia.
Ooh … betapa aku berharap itu terjadi.

Tuhanku Yang Maha Lembut,
Temukanlah aku dengan belahan jiwaku,
yang mengobati pedihnya cinta yang terabaikan ini,
yang mengisi palung kehidupanku yang dalam dan kosong karena kesendirian yang sunyi ini.

Aku berharap itu aku
yang berbahagia dalam pernikahan yang memanjakanku dalam kemesraan dan kesetiaan.
Wahai Yang Maha Cinta,
Ooh … betapa aku berharap itu terjadi.
Aamiin 

surat cintaku untuk seseorang, sayang tak tersampaikan.
Salam hangat, from Pak Mario.